Seorang mukmin adalah orang yang jujur, mencintai kebenaran dan senantiasa menetapi kebenaran, lahir maupun batin didalam kata maupun perbuatan. Karena kebenaran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan ke surga. Sedangkan surga adalah puncak cita-cita seorang Muslim dan angan-angannya yang paling tinggi.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan pada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan pada Surga. Dan Sungguh seorang lelaki akan berbuat jujur hingga menjadi (ditulis oleh Allah) sebagai orang yang jujur.  Sedangkan Dusta menunjukkan kemaksiatan, dan kemaksiatan itu menunjukkan pada Neraka. Dan sungguh seorang lelaki akan berbuat dusta hingga ia menjadi (dituliskan oleh Allah) sebagai pendusta.” ( HR. Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Syeikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iridalam buku Minhajul Muslim(2013), menyebutkan tanda-tanda kejujuran dalam diri seseorang dapat dilihat berdasarkan; [1]

  1. Bicara Benar.

Yaitu seorang Muslim apabila berbicara tidak akan membicarakan selain kebenaran dan kejujuran, bila memberitakan tidak akan memberikan kecuali yang benar-benar sesuai dengan perkaranya, karena bohong berbicara termasuk dalam kemunafikan. Rasulullah Saw bersabda, “ Tanda-tanda orang munafik ada tiga, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji diamengingkari dan bila dipercaya dia berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim)

  • Jujur dalam Bekerja.

Seorang Muslim bila bekerja bersama orang lain, maka dia berbuat jujur dalam kerjanya, tidak akan menipu, memperdaya, berdusta dan membujuk didalam berbagai keadaan apapun.

  • Jujur dalam Bertekad.

Seorang Muslim apabila telah berniat melaksanakan suatu perbuatan yang harus dilaksanakannya, dia tidak akan ragu-ragu didalam hal itu bahkan melangsungkannya dengan teguh tanpa menoleh kemanapun ataupun memperhatikan yang lian, sehingga pekerjaannya selesai dengan sempurna.

  • Jujur dalam Berjanji.

Seorang Muslim jika berjanji kepada seseorang, ia akan memenuhi janjinya kepadanya, sebab menyalahi janji termasuk tanda-tanda kemunafikan sebagaiman hadist Rasulullah Saw diatas.

  • Jujur dalam Penampilan.

Seorang Muslim tidak akan menampakkan penampilan yang tidak sesuai dengan kondisinya, tidak akan menampilkan sesuatu yang menyelisihi batinnya, dia tidak akan mengenakan pakaian palsu, tidak pamer, tidak pula memaksa-maksakan apapun yang bukan miliknya. Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang berpura-pura memiliki banyak sesuatu yang bukan miliknya, bagaikan mengenakan dua pakaian palsu (dusta).”( HR Muslim)

Dari hadits diatas, dapat diterjemahkan bahwa orang yang berhias dan memperindah diri dengan apa yang bukan miliknya agar dipandang sebagai orang yang kaya adalah seperti orang yang memakai dua pakaian usang untuk memamerkan kezuhudan, padahal dia bukan orang yang zuhud maupun sengsara.


[1] Minhajul Muslim, Syaikh  Abu Bakar Jabir Al jazairi, (2013) Darrul Haq, Jakarta

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
YouTube
WhatsaApp